Antitesa nurani

Aku adalah seorang kecil kawan
lusuh, dan tanpa makna
Pandangan sinis adalah sarapanku sehari hari
Makian menjadi omelet kesukaanku.
dan sampah adalah boneka peneman tidur di ranjang tanahku ini.

aku kadang bertanya-tanya
apakah 1000 trilyun tidak cukup untuk membelikan satu tikar untukku?
bagaimana dengan orang yang ku tempatkan di senayan sana?
milyaran uangku diambil oleh mereka.
ku lihat mereka memang egois.
tapi segera ku berpikir, mungkin mereka juga orang miskin
mungkin mereka mau membeli tikar juga sepertiku.

Namun segera aku lupakan semua itu
dan akupun kembali dengan boneka peneman tidurku
ini lebih nyaman, dibanding milyaran tikar yang mereka beli.
lebih hangat, untuk menjagaku dari dingin dan bengisnya dunia diluar sana.
Sebuah mimpi yang sempurna bukan?
Aku memang seorang kecil yang lusuh.
Tapi aku bukanlah seorang yang putus asa
Kalaupun hidup itu adalah jurang yang dalam
Maka aku akan membuat jembatan untuk menyeberang ke ujungnya

 

Oleh
Heru Agus Prayitno
Presiden BEM FISIP UNS Kabinet Rakyat 2012

Tulisan ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s